Langsung ke konten utama

Postingan

Cerita sedih seorang ingin kuliah tapi terkendala

Tak terkata sedih hati Nona Putri 19 tahun karena ia tidak bisa masuk perguruan tinggi negeri di daerahnya. Padahal, ia sudah berusaha keras belajar agar bisa lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri tersebut. Bukan karena ia tidak pandai, tetapi karena biaya kuliahnya tak terjangkau oleh kedua orangtuanya, sampai cita-citanya terputus di tengah jalan. Ia tidak bisa memaksa karena kasihan kepada ayah ibunya. Sejak kecil, ia selalu rajin belajar. Hasilnya, sejak SD sampai SMA, ia berhasil masuk sekolah negeri. Terakhir, ia menjadi peserta didik salah satu SMA negeri favorit di daerahnya. Alhasil, ia menjadi putri kebanggaan orangtuanya. "Saya mendapat informasi katanya universitas negeri di daerah akan menerima mahasiswa baru dengan beasiswa. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk meraih beasiswa itu, tetapi tidak berhasil. Saya lulus dalam seleksi itu, tetapi tidak termasuk yang mendapat beasiswa," Ayah saya bekerja serabutan, jadi pen...

Kisah anak bertemu kembali dengan orang tuanya

Cerita terharu seorang anak yang dibesarkan oleh orang tua angkat lalu bertemu kembali dengan orang tua kandungnya. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah, ujar sebuah pribahasa. Besarnya kasih ibu tak ada akhir, selama hayat di kandung badan. Rasa bingung melanda jiwa Nyonya Melatiwangi umur 32 tahun. Ia dihadapkan pada dua pilihan yang sama beratnya. Ada pertimbangan antara utang budi dan kasih naluriah. Entah kepada siapa ia harus mendekat karena keduanya ia cintai. "Saya benar-benar bingung," ujarnya memulai curahan hatinya. "Yang satu ibu kandung, yang satu lagi ibu angkat. Akan tetapi, kedua-duanya sangat saya cintai. Walaupun ibu kandung tidak mengurus saya sejak kecil, beliau adalah wanita yang melahirkan saya ke dunia ini. Sementara itu, ibu angkat mengurus saya sejak membuka mata sampai dewasa. Betapa besarnya utang budi saya. Saya tahu bahwa selama ini diurus oleh ibu angkat, ketika akan menikah. Agar tidak tertukar, kepada ibu k...

Kisah sedih anak ingin terus sekolah tapi terhambat

Siapa menduga hujan akan turun di tengah hari yang panas? Ungkap sebuah kata-kata bijak. Sampiran kepada takdir manusia yang tidak dapat ditolak. Hati ayah mana yang tidak akan teriris mendengar keluhan anaknya yang menginginkan terus daya untuk bangkit sekalipun. Padahal, di pundak gadis umur 13 tahun bertumpuk cita-cita untuk mendapat pendidikan tinggi demi masa depannya. Ia baru saja duduk di bangku salah satu SLTP negri, tetapi cita-citanya sudah  cukup tinggi. Ia ingin membahagiakan kedua orangtuanya dan memberinya kebanggaan. Tak sekedar keinginan, ia berusaha agar bisa diterima di sekolah negri. Oleh karenanya, ia terus berupaya mendapatkan kesempatan itu. Ketika ia berhasil diterima di sekolah negri, melalui jalur prestasi, tak terkata kebahagiaan yang terpatri dalam jiwanya. Ia segera didaftarkan ke sekolah tersebut. Dari hari ke hari ia menanti untuk mulai belajar di sekolah yang didambakannya itu. Namun, ternyata ia tersandung dalam kendala yang amat berat. ...

Cerita sedih seorang nenek pengangkut sampah

Usia senja bagi umumnya manusia adalah waktu untuk menikmati hidup tenang, santai, dan dimanja anak cucu. Sebagian besar waktunya bisa diisi dengan ibadah, untuk semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta. Namun, tidak demikian bagi Nenek Rantani berumur 75 tahun, yang masih menggeluti pekerjaan. Yang ditulis ulang dari curahan hati seorang nenek tersebut. "Saya masih harus berjuang mencari uang untuk makan," ujarnya memulai curahan hatinya." Saya tidak mau meminta-minta dalam mencari penyambung hidup. Saya memang memiliki anak, tetapi kehidupan mereka juga sangat kekurangan. Untuk menghidupi keluarga mereka sendiri pun sudah sangat seret. Tak tega rasanya hati saya untuk meminta. Mereka hidup dari mengais upah sebagai kuli. Itu pun tidak setiap hari. Penghasilannya tidak menentu. Kalau pun ada yang bekerja, hanya rendahan. Untuk menghidupi anak-anaknya, ia juga kepayahan. Saya tak tega meminta, melihat kesusahan mereka. Saya juga merasa mereka berupay...

Cerita lucu misteri bedug bergoyang

Kalau kamu salat tarawihnya main-main, lihat saja bedug di pojok masjid itu. Bedug akan bergoyang-goyang dan menggelinding mengejar anak yang salatnya main-main!" ucap Kak Meta, kakakku dengan nada kesal karena aku tidak serius mengikuti salat tarawih. Sejurus kemudian aku mulai memperhatikan bedug besar yang tergantung di pojok masjid." Begitulah apa yang diucapkan Kak Meta?" bisiku dalam hati. Keesokan harinya aku masih saja tidak serius mengikuti salat tarawih. Aku selalu lebih asyik ngobrol dengan teman-teman sebayaku di masjid, sambil sesekali tertawa terkikik-kikik membahas kejadian-kejadian yang lucu. Melihat kelakuanku, lagi-lagi Kak Meta menunjuk ke arah bedug sambil memicingkan matanya dan mengancam," Awas". Malam ini seperti biasanya, aku ikut Kak Meta ke masjid untuk salat tarawih. Walaupun di rumah sudah berulangkali Kak Meta mengingatkanku untuk tidak main-main, tetapi karena ajakan mengobrol dari teman-temanku terasa mengasyikkan, aku ...

Manusia harus berpikir dengan benar

Hidup manusia tidak akan lepas dari aktivitas berpikir. Ketika seseorang sudah tidak bisa berpikir lagi maka dia telah hilang status kemanusiaannya. Ciri manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya adalah kemampuan berpikirnya itu. Kemampuan berpikir manusia adalah amanat Allah yang diberikan kepada manusia setelah seluruh alam raya menolak untuk menerimanya karena tidak sanggup memikul beban akibatnya. Allah berfirman, "Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikulah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (QS 33:72). Kemampuan itu diciptakan Allah kepada manusia tidak lain agar manusia mampu memperhatikan segala peristiwa, baik peristiwa alam maupun sosial. Bahkan memperhatikan apa yang terjadi pada diri kita, orang lain, dan seluruh peristiwa-peristiwa lainnya, baik tang dialaminya sendiri maup...

5 Tujuan hidup manusia di dunia ini

Allah telah menciptakan makhluk hidup di muka bumi ini, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Khususnya manusia yang ada d bumi yang telah menyebar luas dengan berbagai suku, kelompok, adat, dan budaya masing-masing. Awal mulainya kehidupan di bumi muncul, Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan dulu yang menyebar ke seluruh belahan dunia. Setelah itu, allah menciptakan hewan-hewan dengan tujuan untuk menciptakan rantai makanan di bumi ini agar seimbang. Kemudian, Allah menciptakan nabi adam, manusia pertama yang mengijak kakinya di bumi ini. Dari jaman nabi adam hingga sekarang ini, sudah mulai banyak keturunan yang menyebar di seluruh kawasan bumi ini. Bumi kita yang injak ini, sudah mulai banyak perubahan dari jaman dulu hingga sekarang. Entah karena perubahan iklim di bumi atau ulah manusia yang merusak alam sekitar, hingga banyak kejadian alam yang muncul. Mungkin karena bumi sudah semakin tua, hingga banyak sekali kejadian alam yang aneh dan mengerikan. Lalu, untuk apakah tu...