Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Inilah bahasa gaul yang meluas ke masyarakat

Jika menyimak obrolan anak-anak remaja sekarang, ada saja istilah-istilah "asing" yang membuat dahi ini mengernyit. Ya, karena kosakata yang digunakannya pendek-pendek dan disingkat-singkat. Seperti GTM, singkatan dari enggak tahu malu, PHP (pemberi harapan palsu), atau geje kependekan dari enggak jelas. Ada juga yang berupa pelesetan, seperti sutralah yang berarti sudahlah atau lebay yang berarti berlebihan. Bahkan, ada juga yang membolak-balikkan huruf konsonan, seperti penggunaan kata kamsud yang berarti maksud. Kata-kata yang disingkatnya pun tidak terbatas dari bahasa Indonesia atau bahasa daerah, tetapi ada juga yang berasal dari bahasa Inggris atau campuran Indonesia-Inggris. Contohnya, ketika mendengar celetukan anak sulung saya yang duduk di bangku kelas VIII SMP kepada adiknya, "Makanya, jangan neting , Dik." Ketika saya tanyakan apa arti kata neting , ternyata itu singkatan dari negative thinking . Yang lebih buat saya geleng-geleng kepala...

Cerita penggali kubur yang termakan doanya sendiri

Setiap ucapan itu doa, apa pun ucapan itu pasti terjadi bila tuhan menghendaki. Setiap manusia pasti berdoa pada tuhannya menurut kepercayaan masing-masing. Tapi bila doa ucapannya salah atau pun benar, pasti terjadi secara tiba-tiba atau dengan waktu yang lama. Berikut ini cerita dari si Tukang Penggali Kubur yang termakan doanya sendiri karena ingin mendapatkan rezeki. Gunawan segala-galanya bagi keluarga. Ia memikul tanggung jawab untuk enam kepala sekaligus, istri, dua orang anak, serta seorang adik yang ikut bernaung di bawah payung kasih sayangnya. Terlahir sebagai anak tukang becak tak banyak memberi keuntungan bagi hidup Gunawan. Orangtuanya mangkat tanpa mewariskan harta selain rombengan. Malah, kepergian mereka berbuntut utang dengan beberapa orang jiran yang kini menjadi tugas Gunawan untuk melunasinya. Hanya berbekal ijazah SMP, tanpa keahlian kerja yang bergengsi, Gunawasn menjemput rizki dengan menjadi tukang gali kubur. Telah tujuh tahun lebih ia melakoni peke...

Cerita kasih tergoyah pada rumah tangga

Demi anak-anak tercinta, Nyonya Kemuning, 49 tahun, ingin mempertahankan rumah tangganya. Ia ingin hidup rukun kembali seperti dulu. Saya ingin membangun kembali rumah tangga, seperti sedia kala. Namun, rupanya belum demikian dengan suaminya. Cobaan yang datang ke dalam rumah tangga mereka tak terhindarkan. Akibatnya, saya merasa sangat menderita. Saya selalu berharap semua akan segera berakhir. Saya mengarungi bahtera rumah tangga dengan suami sudah lebih dari tujuh belas tahun. Kami dikaruniai anak-anak yang sehat dan pintar. Kami hidup bahagia sebagaimana layaknya orang berumah tangga. Tak pernah ada gejolak dalam rumah tangga kami, sampai waktu itu. Ekonomi keluarga pun cukup terjamin karena kami berdua sama-sama bekerja mencari ilmu. Suasana cukup harmonis. Sampai pada suatu ketika, suami saya bilang akan mengadakan pertemuan temu kangen dengan teman-teman sekolahnya semasa dulu. Saya anggap itu hal biasa. Banyak teman-teman saya yang sering mengadakannya, tak pernah te...

Cerita pasangan yang menikah tanpa pacaran

Cerita ini dari curahan hati seseorang yang menikah tanpa pacaran atau kencan terlebih dahulu. Dia merasa berdiri di antara dua pilihan yang sama beratnya. Ia tidak bisa memilih karena masing-masing punya kebaikan dan keburukan baginya. "Saya hanya ingin berbagi cerita, bukan berharap tanggapan," ujarnya membuka curahan hatinya yang katanya sudah lama dipendamnya. "Antara kebahagiaan anak-anak dan kesenangan diri sendiri, seperti tarik-menarik. Sudah terlalu lama rasanya saya menelan perasaan ini. Akan tetapi, rasa kasihan juga membuat saya harus menyingkirkan egoisme ini. Saya menikah di usia relatif muda, bahkan terlalu muda. Dalam keluarga besar kami, masih berlaku adat menikahkan anak antar kerabat. Tak pernah ada protes. Kebetulan, semua baik-baik saja. Bila tidak karena maut menjemput tidak pernah ada pasangan yang bercerai. Semakin percayalah kami akan bagusnya pernikahan antar kerabat itu. Sampai kepada saya. Kami dinikahkan tanpa ada rasa cinta sama ...