Langsung ke konten utama

Kisah anak bertemu kembali dengan orang tuanya

Ibu dan anak
Cerita terharu seorang anak yang dibesarkan oleh orang tua angkat lalu bertemu kembali dengan orang tua kandungnya. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah, ujar sebuah pribahasa. Besarnya kasih ibu tak ada akhir, selama hayat di kandung badan.

Rasa bingung melanda jiwa Nyonya Melatiwangi umur 32 tahun. Ia dihadapkan pada dua pilihan yang sama beratnya. Ada pertimbangan antara utang budi dan kasih naluriah. Entah kepada siapa ia harus mendekat karena keduanya ia cintai.

"Saya benar-benar bingung," ujarnya memulai curahan hatinya. "Yang satu ibu kandung, yang satu lagi ibu angkat. Akan tetapi, kedua-duanya sangat saya cintai. Walaupun ibu kandung tidak mengurus saya sejak kecil, beliau adalah wanita yang melahirkan saya ke dunia ini. Sementara itu, ibu angkat mengurus saya sejak membuka mata sampai dewasa. Betapa besarnya utang budi saya.

Saya tahu bahwa selama ini diurus oleh ibu angkat, ketika akan menikah. Agar tidak tertukar, kepada ibu kandung saya memanggil Mama dan Papa, sedangkan pada ibu angkat saya menyebut Ibu dan Ayah. Sejak ingat saya merasakan betapa Ibu memanjakan diri. Bila saya sakit, Ibu menjagai saya siang dan malam. Sampai SMA, saya masih diantar jemput Ibu. Biarpun harus wara-wiri ke kantornya, belau tetap menjemput saya. Sejarah mencatat, beliau berdualah yang mengurus hidup saya, yang menyekolahkan saya, dan berkorban apa pun untuk saya. Masih terbayang bagaimana cucuran air mata bahagia Ayah dan Ibu waktu saya diwisuda.

Malam itu menjadi malam yang paling getir. Saya begitu bahagia karena keluarga pacar saya esok hari akan menghadap kedua orangtua. Ia akan meminta saya menjadi teman hidup putranya. Makannya, waktu beliau berdua memanggil saya, dengan melompat-lompat riang saya masuk ke kamar mereka. Tampak Ibu dan Ayah duduk di atas ranjang. Yang saya heran mengapa paman ada di sana? Beliau adik bungsu Ayah. Ternyata beliaulah yang yang menjadi juru bicara, menyampaikan berita getir itu untuk saya.

Saya pingsan ketika diberi tahu bahwa Ayah dan Ibu adalah orangtua angkat. Sementara itu, Mama dan Papa adalah orangtua kandung saya. Beliau berdua tinggal di kota lain. Ayah dan Ibu punya anak kandung, adik saya yang sedang kuliah di negeri orang, waktu itu. Kedua orangtua kandung saya datang beberapa hari sebelum pernikahan berlangsung. Saya terkejut melihat wajah Mama yang benar-benar mirip saya. Beliau juga menangis merangkul saya. Sederet cerita disampaikan kakak Ibu. Tak ubah bagai lakon dalam dongeng. Papa adalah sahabat kaka Ibu. Mereka bertiga tinggal bertetangga di sana. Saya adalah anak pertama yang bermasalah. Akibat melahirkan yang susah, Mama terpaksa harus dirawat di rumah sakit. Saya dibawa kaka ibu kepada Ibu.

Mulanya hanya minta tolong agar saya diurus, sedangkan Mama sakit. Akan tetapi, ternyata sakitnya berkepanjangan sampai beberapa tahun. Kata kakak Ibu, biarlah bayi ini kamu angkat anak, siapa tahu jadi pemancing agar kau punya anak. Waktu itu Ibu sudah hampir sepuluh tahun menikah, tetapi belum juga dikaruniai anak. Waktu Mama sembuh, Ibu sudah kandung menyayangi saya. Akhirnya, Mama merelakan saya untuk tetap menjadi anak Ibu. Apalagi setelah itu Mama hamil lagi dan punya anak beberapa orang. Kami berpisah karena Ayah kembali dinas di kota ini. Semakin sayanglah Ibu pada saya.

Dan terjadilah pertemuan yang mengharukan di hari pernikahan saya. Mama dan Papa serta Ayah dan Ibu duduk berdampingan menyaksikan saya menikah. Air mata bercucuran dari beliau berempat. Saya sendiri merasa tak sanggup melukiskan peristiwa itu. Setelah itu kami berpisah karena saya dibawa suami ke ibu kota. Akan tetapi, kerinduan pada Ayah dan Ibu, membuat saya sering pulang.

Sampai pada suatu hari, saya menerima kabar Ibu sakit. Beliau minta saya untuk sementara menungguinya di sana. Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan dari kota lain saya menerima kabar Mama juga sakit. Papa minta saya tinggal sementara di sana. Saya bingung. Neraca cinta tak bergoyang. Saya cinta sama Ibu juga Mama. Selama ini saya tinggal dan dibesarkan Ayah dan Ibu. Akan tetapi, kenyataan, Mamalah yang melahirkan saya. Hati saya terombang-ambing, antara dua cinta. Saya tak bisa memilih siapa yang harus didahulukan. Ya Tuhan," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Tujuan hidup manusia di dunia ini

Allah telah menciptakan makhluk hidup di muka bumi ini, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Khususnya manusia yang ada d bumi yang telah menyebar luas dengan berbagai suku, kelompok, adat, dan budaya masing-masing. Awal mulainya kehidupan di bumi muncul, Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan dulu yang menyebar ke seluruh belahan dunia. Setelah itu, allah menciptakan hewan-hewan dengan tujuan untuk menciptakan rantai makanan di bumi ini agar seimbang. Kemudian, Allah menciptakan nabi adam, manusia pertama yang mengijak kakinya di bumi ini. Dari jaman nabi adam hingga sekarang ini, sudah mulai banyak keturunan yang menyebar di seluruh kawasan bumi ini. Bumi kita yang injak ini, sudah mulai banyak perubahan dari jaman dulu hingga sekarang. Entah karena perubahan iklim di bumi atau ulah manusia yang merusak alam sekitar, hingga banyak kejadian alam yang muncul. Mungkin karena bumi sudah semakin tua, hingga banyak sekali kejadian alam yang aneh dan mengerikan. Lalu, untuk apakah tu...

Janganlah senang dulu saat merayakan ulang tahun

Merayakan hari ulang tahun sangat menyenangkan apalagi bersama pacar, teman-teman, atau pun saudara. Ulang tahun adalah momen-momen yang membuat orang bahagia, apalagi diberi hadiah ulang tahun oleh orang-orang yang tercinta. Khususnya jika ulang tahun dirayakan bersama pasangan atau pacar, pasti sangat menyenangkan dan bahagia. Begitulah kalau momen spesial acara ulang tahun pada kehidupan manusia di dunia. Tapi, janganlah senang dulu jika merayakan acara ulang tahun. Karena umur manusia semakin bertambah semakin dekat pula dengan kematian. Umur manusia memang ada batasnya, tak tahu kapan ajal menjemput kita, hanya tuhan yang tahu. Semakin bertambah umur manusia semakin tua pula, sedikit-demi sedikit wajah akan keriputan dan semakin tua, itu karena proses penuaan dan metabolisme tubuh. Sering begadang, merokok juga dapat menyebabkan umur semakin pendek. Umur manusia ada tahapannya, mulai dari bayi yang keluar dari perut ibu, masa anak-anak, ABG, masa remaja, dewasa, dan m...

Cerita sedih seorang ingin kuliah tapi terkendala

Tak terkata sedih hati Nona Putri 19 tahun karena ia tidak bisa masuk perguruan tinggi negeri di daerahnya. Padahal, ia sudah berusaha keras belajar agar bisa lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri tersebut. Bukan karena ia tidak pandai, tetapi karena biaya kuliahnya tak terjangkau oleh kedua orangtuanya, sampai cita-citanya terputus di tengah jalan. Ia tidak bisa memaksa karena kasihan kepada ayah ibunya. Sejak kecil, ia selalu rajin belajar. Hasilnya, sejak SD sampai SMA, ia berhasil masuk sekolah negeri. Terakhir, ia menjadi peserta didik salah satu SMA negeri favorit di daerahnya. Alhasil, ia menjadi putri kebanggaan orangtuanya. "Saya mendapat informasi katanya universitas negeri di daerah akan menerima mahasiswa baru dengan beasiswa. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk meraih beasiswa itu, tetapi tidak berhasil. Saya lulus dalam seleksi itu, tetapi tidak termasuk yang mendapat beasiswa," Ayah saya bekerja serabutan, jadi pen...