Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Kisah sedih anak ingin terus sekolah tapi terhambat

Siapa menduga hujan akan turun di tengah hari yang panas? Ungkap sebuah kata-kata bijak. Sampiran kepada takdir manusia yang tidak dapat ditolak. Hati ayah mana yang tidak akan teriris mendengar keluhan anaknya yang menginginkan terus daya untuk bangkit sekalipun. Padahal, di pundak gadis umur 13 tahun bertumpuk cita-cita untuk mendapat pendidikan tinggi demi masa depannya. Ia baru saja duduk di bangku salah satu SLTP negri, tetapi cita-citanya sudah  cukup tinggi. Ia ingin membahagiakan kedua orangtuanya dan memberinya kebanggaan. Tak sekedar keinginan, ia berusaha agar bisa diterima di sekolah negri. Oleh karenanya, ia terus berupaya mendapatkan kesempatan itu. Ketika ia berhasil diterima di sekolah negri, melalui jalur prestasi, tak terkata kebahagiaan yang terpatri dalam jiwanya. Ia segera didaftarkan ke sekolah tersebut. Dari hari ke hari ia menanti untuk mulai belajar di sekolah yang didambakannya itu. Namun, ternyata ia tersandung dalam kendala yang amat berat. ...

Cerita sedih seorang nenek pengangkut sampah

Usia senja bagi umumnya manusia adalah waktu untuk menikmati hidup tenang, santai, dan dimanja anak cucu. Sebagian besar waktunya bisa diisi dengan ibadah, untuk semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta. Namun, tidak demikian bagi Nenek Rantani berumur 75 tahun, yang masih menggeluti pekerjaan. Yang ditulis ulang dari curahan hati seorang nenek tersebut. "Saya masih harus berjuang mencari uang untuk makan," ujarnya memulai curahan hatinya." Saya tidak mau meminta-minta dalam mencari penyambung hidup. Saya memang memiliki anak, tetapi kehidupan mereka juga sangat kekurangan. Untuk menghidupi keluarga mereka sendiri pun sudah sangat seret. Tak tega rasanya hati saya untuk meminta. Mereka hidup dari mengais upah sebagai kuli. Itu pun tidak setiap hari. Penghasilannya tidak menentu. Kalau pun ada yang bekerja, hanya rendahan. Untuk menghidupi anak-anaknya, ia juga kepayahan. Saya tak tega meminta, melihat kesusahan mereka. Saya juga merasa mereka berupay...

Cerita lucu misteri bedug bergoyang

Kalau kamu salat tarawihnya main-main, lihat saja bedug di pojok masjid itu. Bedug akan bergoyang-goyang dan menggelinding mengejar anak yang salatnya main-main!" ucap Kak Meta, kakakku dengan nada kesal karena aku tidak serius mengikuti salat tarawih. Sejurus kemudian aku mulai memperhatikan bedug besar yang tergantung di pojok masjid." Begitulah apa yang diucapkan Kak Meta?" bisiku dalam hati. Keesokan harinya aku masih saja tidak serius mengikuti salat tarawih. Aku selalu lebih asyik ngobrol dengan teman-teman sebayaku di masjid, sambil sesekali tertawa terkikik-kikik membahas kejadian-kejadian yang lucu. Melihat kelakuanku, lagi-lagi Kak Meta menunjuk ke arah bedug sambil memicingkan matanya dan mengancam," Awas". Malam ini seperti biasanya, aku ikut Kak Meta ke masjid untuk salat tarawih. Walaupun di rumah sudah berulangkali Kak Meta mengingatkanku untuk tidak main-main, tetapi karena ajakan mengobrol dari teman-temanku terasa mengasyikkan, aku ...