Langsung ke konten utama

5 Tujuan hidup manusia di dunia ini

Orang-orang di bumi
Allah telah menciptakan makhluk hidup di muka bumi ini, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Khususnya manusia yang ada d bumi yang telah menyebar luas dengan berbagai suku, kelompok, adat, dan budaya masing-masing. Awal mulainya kehidupan di bumi muncul, Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan dulu yang menyebar ke seluruh belahan dunia. Setelah itu, allah menciptakan hewan-hewan dengan tujuan untuk menciptakan rantai makanan di bumi ini agar seimbang. Kemudian, Allah menciptakan nabi adam, manusia pertama yang mengijak kakinya di bumi ini.

Dari jaman nabi adam hingga sekarang ini, sudah mulai banyak keturunan yang menyebar di seluruh kawasan bumi ini. Bumi kita yang injak ini, sudah mulai banyak perubahan dari jaman dulu hingga sekarang. Entah karena perubahan iklim di bumi atau ulah manusia yang merusak alam sekitar, hingga banyak kejadian alam yang muncul. Mungkin karena bumi sudah semakin tua, hingga banyak sekali kejadian alam yang aneh dan mengerikan.

Lalu, untuk apakah tujuan manusia hidup di bumi ini? Apakah untuk membangun peradaban, membangun teknologi canggih, atau apa pun itu tujuannya. Manusia bisa mewujudkannya dengan berusaha keras agar tujuan yang diinginkannya bisa tercapai dengan baik. Sehingga kehidupan manusia bisa dengan leluasa menikmatinya. Banyak peradaban manusia di jaman dulu yang hancur karena bencana alam yang dahsyat hingga meluluhlantakan semua peradaban di muka bumi ini.

Untuk apa tujuan hidup manusia di bumi ini, hingga pada zaman dulu banyak sekali kerusakan dan pertumpahan darah akibat konflik perang yang panjang yang memakan banyak korban jiwa. Pada dasarnya, manusia itu rakus untuk menjadi penguasa, rebutan wilayah, hingga terjadi konlik antar manusia. Setelah itu terjadilah perpecahan kelompok antara satu dengan yang lainnya hingga menimbulkan peperangan yang tak pernah usai. Contohnya saja pada zaman perang dunia 1 atau 2, banyak konflik atau perebutan daerah jajahan yang ingin diincar, sehingga terjadilah peperangan yang menyebar antar negara.

Sungguh miris manusia di bumi ini, pantas saja para malaikat pada protes kalau manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi kholifah di bumi ini, karena dapat mengakibatkan terjadi pertumpahan darah di muka bumi ini. Maka dari itu, kita ambil sisi positifnya saja tentang tujuan hidup manusia di bumi ini, yaitu:

1. Untuk beribadah
Setiap manusia mempunyai keyakinan masing-masing, sehingga tempat beribadah pun berbeda-beda. Maka dari itu, beribadahlah sesuai keyakinan masing-masing agar tenang di dalam hatinya. Beribadah bukan hanya sembahyang saja, tapi banyak beribadah yang lainnya seperti menolong orang, senyum juga ibadah.

2. Mencari ilmu
Carilah ilmu walau sampai ke negri cina. Begitu kata pepatah mengatakan, karena ilmu dapat menjunjug tinggi derajat manusia. Oleh karena itu, manusia hidup wajib menuntut ilmu untuki bekal di akherat nanti. Ilmu yang bermanfaat dapat membangun perkembangan peradaban manusia, contohnya seperti ilmu teknologi. Dengan teknologi dapat mempermudah manusia untuk melakukan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.

3. Menjadi khalifah atau penguasa
Setiap manusia membutuhkan seorang pemimpin atau penguasa yang jujur, bersih, dan bebas korupsi. Oleh karena itu, carilah sosok pemimpin suatu negara yang jujur dan baik, agar rakyat sejahtera dan nyaman.

4. Bersosialisasi dan saling mengenal
Allah menciptakan manusia itu berbeda-beda bentuk wajahnya atau pun suku, adat, budaya pun berbeda. Maka dari itu, bersosialisasihlah untuk saling mengenal satu sama lain agar bisa silahturami, walaupun perbedaan suku dan budaya.

5. Berbuat baik dan saling tolong-menolong
Di dalam kitab suci al'quran, sudah dijelaskan bahwa tolong-menolonglah dalam kebaikan jangan tolong-menolong dalam kejahatan. Berbuat baik dengan siapa saja bisa menambah silaturahmi dengan sesama. Manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan atau pertolongan orang lain. Oleh karena itu, manusia hidup berkelompok untuk saling tolong-menolong dalam aktivitas apa pun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janganlah senang dulu saat merayakan ulang tahun

Merayakan hari ulang tahun sangat menyenangkan apalagi bersama pacar, teman-teman, atau pun saudara. Ulang tahun adalah momen-momen yang membuat orang bahagia, apalagi diberi hadiah ulang tahun oleh orang-orang yang tercinta. Khususnya jika ulang tahun dirayakan bersama pasangan atau pacar, pasti sangat menyenangkan dan bahagia. Begitulah kalau momen spesial acara ulang tahun pada kehidupan manusia di dunia. Tapi, janganlah senang dulu jika merayakan acara ulang tahun. Karena umur manusia semakin bertambah semakin dekat pula dengan kematian. Umur manusia memang ada batasnya, tak tahu kapan ajal menjemput kita, hanya tuhan yang tahu. Semakin bertambah umur manusia semakin tua pula, sedikit-demi sedikit wajah akan keriputan dan semakin tua, itu karena proses penuaan dan metabolisme tubuh. Sering begadang, merokok juga dapat menyebabkan umur semakin pendek. Umur manusia ada tahapannya, mulai dari bayi yang keluar dari perut ibu, masa anak-anak, ABG, masa remaja, dewasa, dan m...

Cerita sedih seorang ingin kuliah tapi terkendala

Tak terkata sedih hati Nona Putri 19 tahun karena ia tidak bisa masuk perguruan tinggi negeri di daerahnya. Padahal, ia sudah berusaha keras belajar agar bisa lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri tersebut. Bukan karena ia tidak pandai, tetapi karena biaya kuliahnya tak terjangkau oleh kedua orangtuanya, sampai cita-citanya terputus di tengah jalan. Ia tidak bisa memaksa karena kasihan kepada ayah ibunya. Sejak kecil, ia selalu rajin belajar. Hasilnya, sejak SD sampai SMA, ia berhasil masuk sekolah negeri. Terakhir, ia menjadi peserta didik salah satu SMA negeri favorit di daerahnya. Alhasil, ia menjadi putri kebanggaan orangtuanya. "Saya mendapat informasi katanya universitas negeri di daerah akan menerima mahasiswa baru dengan beasiswa. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk meraih beasiswa itu, tetapi tidak berhasil. Saya lulus dalam seleksi itu, tetapi tidak termasuk yang mendapat beasiswa," Ayah saya bekerja serabutan, jadi pen...