Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah sedih anak ingin terus sekolah tapi terhambat

Siapa menduga hujan akan turun di tengah hari yang panas? Ungkap sebuah kata-kata bijak. Sampiran kepada takdir manusia yang tidak dapat ditolak. Hati ayah mana yang tidak akan teriris mendengar keluhan anaknya yang menginginkan terus daya untuk bangkit sekalipun. Padahal, di pundak gadis umur 13 tahun bertumpuk cita-cita untuk mendapat pendidikan tinggi demi masa depannya. Ia baru saja duduk di bangku salah satu SLTP negri, tetapi cita-citanya sudah  cukup tinggi. Ia ingin membahagiakan kedua orangtuanya dan memberinya kebanggaan. Tak sekedar keinginan, ia berusaha agar bisa diterima di sekolah negri. Oleh karenanya, ia terus berupaya mendapatkan kesempatan itu. Ketika ia berhasil diterima di sekolah negri, melalui jalur prestasi, tak terkata kebahagiaan yang terpatri dalam jiwanya. Ia segera didaftarkan ke sekolah tersebut. Dari hari ke hari ia menanti untuk mulai belajar di sekolah yang didambakannya itu. Namun, ternyata ia tersandung dalam kendala yang amat berat. ...

Cerita sedih seorang nenek pengangkut sampah

Usia senja bagi umumnya manusia adalah waktu untuk menikmati hidup tenang, santai, dan dimanja anak cucu. Sebagian besar waktunya bisa diisi dengan ibadah, untuk semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta. Namun, tidak demikian bagi Nenek Rantani berumur 75 tahun, yang masih menggeluti pekerjaan. Yang ditulis ulang dari curahan hati seorang nenek tersebut. "Saya masih harus berjuang mencari uang untuk makan," ujarnya memulai curahan hatinya." Saya tidak mau meminta-minta dalam mencari penyambung hidup. Saya memang memiliki anak, tetapi kehidupan mereka juga sangat kekurangan. Untuk menghidupi keluarga mereka sendiri pun sudah sangat seret. Tak tega rasanya hati saya untuk meminta. Mereka hidup dari mengais upah sebagai kuli. Itu pun tidak setiap hari. Penghasilannya tidak menentu. Kalau pun ada yang bekerja, hanya rendahan. Untuk menghidupi anak-anaknya, ia juga kepayahan. Saya tak tega meminta, melihat kesusahan mereka. Saya juga merasa mereka berupay...

Cerita lucu misteri bedug bergoyang

Kalau kamu salat tarawihnya main-main, lihat saja bedug di pojok masjid itu. Bedug akan bergoyang-goyang dan menggelinding mengejar anak yang salatnya main-main!" ucap Kak Meta, kakakku dengan nada kesal karena aku tidak serius mengikuti salat tarawih. Sejurus kemudian aku mulai memperhatikan bedug besar yang tergantung di pojok masjid." Begitulah apa yang diucapkan Kak Meta?" bisiku dalam hati. Keesokan harinya aku masih saja tidak serius mengikuti salat tarawih. Aku selalu lebih asyik ngobrol dengan teman-teman sebayaku di masjid, sambil sesekali tertawa terkikik-kikik membahas kejadian-kejadian yang lucu. Melihat kelakuanku, lagi-lagi Kak Meta menunjuk ke arah bedug sambil memicingkan matanya dan mengancam," Awas". Malam ini seperti biasanya, aku ikut Kak Meta ke masjid untuk salat tarawih. Walaupun di rumah sudah berulangkali Kak Meta mengingatkanku untuk tidak main-main, tetapi karena ajakan mengobrol dari teman-temanku terasa mengasyikkan, aku ...

Manusia harus berpikir dengan benar

Hidup manusia tidak akan lepas dari aktivitas berpikir. Ketika seseorang sudah tidak bisa berpikir lagi maka dia telah hilang status kemanusiaannya. Ciri manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya adalah kemampuan berpikirnya itu. Kemampuan berpikir manusia adalah amanat Allah yang diberikan kepada manusia setelah seluruh alam raya menolak untuk menerimanya karena tidak sanggup memikul beban akibatnya. Allah berfirman, "Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikulah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (QS 33:72). Kemampuan itu diciptakan Allah kepada manusia tidak lain agar manusia mampu memperhatikan segala peristiwa, baik peristiwa alam maupun sosial. Bahkan memperhatikan apa yang terjadi pada diri kita, orang lain, dan seluruh peristiwa-peristiwa lainnya, baik tang dialaminya sendiri maup...

5 Tujuan hidup manusia di dunia ini

Allah telah menciptakan makhluk hidup di muka bumi ini, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Khususnya manusia yang ada d bumi yang telah menyebar luas dengan berbagai suku, kelompok, adat, dan budaya masing-masing. Awal mulainya kehidupan di bumi muncul, Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan dulu yang menyebar ke seluruh belahan dunia. Setelah itu, allah menciptakan hewan-hewan dengan tujuan untuk menciptakan rantai makanan di bumi ini agar seimbang. Kemudian, Allah menciptakan nabi adam, manusia pertama yang mengijak kakinya di bumi ini. Dari jaman nabi adam hingga sekarang ini, sudah mulai banyak keturunan yang menyebar di seluruh kawasan bumi ini. Bumi kita yang injak ini, sudah mulai banyak perubahan dari jaman dulu hingga sekarang. Entah karena perubahan iklim di bumi atau ulah manusia yang merusak alam sekitar, hingga banyak kejadian alam yang muncul. Mungkin karena bumi sudah semakin tua, hingga banyak sekali kejadian alam yang aneh dan mengerikan. Lalu, untuk apakah tu...

Jangan sombong, hidup di dunia ini hanya sementara

Untuk apakah kita hidup di dunia ini yang penuh dengan bermacam-macam cara hidup. Ada yang gaya hidupnya penuh dengan kemewahan, kesederhanaan, dan ada pula hidup dengan kemiskinan atau kekurangan sandang pangan. Banyak sekali manusia diberi ujian atau cobaan oleh sang maha kuasa, maka dari itu manusia jika diberi ujian dengan kemewahan, maka manusia harus bersyukur. Dan jika manusia diberi ujian cobaan dengan kemiskinan, maka harus kuat menghadapinya, tidak boleh lemah. Apapun yang diberikan oleh Sang Maha Kuasa, kita harus bersyukur. Sesungguhnya tujuan manusia hidup itu adalah untuk ibadah kepada Sang Pencipta. Kadang manusia lupa kepada Sang Pencipta untuk beribadah, entah lupa karena pekerjaan atau hal-hal yang lainnya. Jadi, sebelum kita menghadap Sang Pencipta, kita harus mengumpulkan amal ibadah untuk bekal di akherat nanti, karena di dunia ini hanya sementara belaka. Jabatan atau status sosial hanya titipan, pasti akan kembali padanya. Biasanya orang-orang menilai d...