Untuk apakah kita hidup di dunia ini yang penuh dengan bermacam-macam cara hidup. Ada yang gaya hidupnya penuh dengan kemewahan, kesederhanaan, dan ada pula hidup dengan kemiskinan atau kekurangan sandang pangan. Banyak sekali manusia diberi ujian atau cobaan oleh sang maha kuasa, maka dari itu manusia jika diberi ujian dengan kemewahan, maka manusia harus bersyukur. Dan jika manusia diberi ujian cobaan dengan kemiskinan, maka harus kuat menghadapinya, tidak boleh lemah. Apapun yang diberikan oleh Sang Maha Kuasa, kita harus bersyukur.
Sesungguhnya tujuan manusia hidup itu adalah untuk ibadah kepada Sang Pencipta. Kadang manusia lupa kepada Sang Pencipta untuk beribadah, entah lupa karena pekerjaan atau hal-hal yang lainnya. Jadi, sebelum kita menghadap Sang Pencipta, kita harus mengumpulkan amal ibadah untuk bekal di akherat nanti, karena di dunia ini hanya sementara belaka. Jabatan atau status sosial hanya titipan, pasti akan kembali padanya.
Biasanya orang-orang menilai dari jabatan, pangkat, atau status sosial. Karena gengsi, orang-orang akan mengejar apa yang diinginkannya, seperti ingin punya status sosial atau jabatan agar dipandangnya bagus oleh orang-orang di sekitarnya. Tapi semua itu hanya sementara, karena lambat laun manusia akan semakin tua atau pensiun dari jabatannya dan kembali ke masyarakat biasa. Jadi, apapun jabatannya tidak boleh sombong, itu pamor hanya sementara.
Saya pun sangat sedih, karena banyak diskriminasi oleh bangsa sendiri. Entah itu di perkotaan, d lingkungan sekitar, atau yang lainnya. Karena ada beberapa kejadian diskriminasi, saya baca info dari berbagai sumber, ada seorang membeli mobil di showroom dengan pakaian sederhana, kaos oblong dan celana pendek. Setelah masuk ke showroom mobil, tidak di hargai atau dilayani dengan baik. Akhirnya orang yang membeli marah, terasa direndahkan, akhirnya dia mengambil uang d dalam tasnya, langsung bayar cah. Pelayan mobil tersebut tersipuh malu. Itulah gambaran yang saya baca dari info berbagai sumber.
Pepatah mengatakan, jangan liat orang dari penanpilannnya saja. Jadi hargailah orang-orang yang mau melakukan pembelian dalam bentuk apapun. Di negri ini hanya 80% orang yang menilai dari penampilannya saja, dan sisanya 20% saja yang netral. Sangat susah mencari orang yang tidak memandang status sosial, kalau pun ada juga paling hanya beberapa orang saja. Apalagi orang yang jujur, sangat sulit sekali mencarinya atau bisa dibilang langka.
Adapun penampilan dari wajah ganteng atau pun cantik biar dipandang bagus juga. Itu juga hanya sementara, karena orang semakin tambah umur, muka semakin keriputan lalu menjadi tua. Sehingga orang yang dulunya ganteng atau cantik yang banyak gayanya, lama-lama akan tua juga dan jatuh sakit. Karena sudah tua dan banyak penyakit yang terserang, terus juga tenaga sudah tidak memungkinkan lagi, bakal duduk di kursi roda. Oleh karena itu, jika kita diberi wajah cantik atau pun ganteng, tidak boleh sombong. Karena klo sudah meninggal, jasadnya akan digerogoti oleh ulat tanah dan wajah ganteng atau cantik pun akan rusak menjadi tulang-belulang.
Apalah arti hidup ini, jika punya jabatan tinggi, pangkat, atau status sosial, kalau sudah meninggal kita akan sendirian di kuburan. Yang menemani hanya amal ibadah yang kita kerjakan selama hidup di dunia ini. Orang-orang yang memiliki saham di mana-mana atau punya investasi, klo sudah kiamat datang bakal hancur juga karena tersapuh oleh ombak lautan yang ganas klo sudah kiamat besar datang. Jadi, apapun yang kita miliki janganlah sombong, itu juga hanya titipan atau sementara.
Boleh-boleh saja punya status sosial dan memiliki banyak harta, tapi sisakan buat anak yatim dan orang-orang fakir miskin. Agar mereka bisa meringankan beban hidupnya. Maka dari itu, berlomba-lombalah mencari amal kebaikan. Diibaratkan kita menanam tanaman di ladang, kalau sudah panen banyak, kita bisa bawa pulang ke akherat, begitulah gambaran hidup di dunia ini. Apa yang kita tanam, maka hasilnya dipertanggungjawabkan di akherat nanti. Karena kehidupan ini hanya sementara, dan akherat adalah tempat yang abadi dan kekal.

Komentar
Posting Komentar