Langsung ke konten utama

Inilah bahasa gaul yang meluas ke masyarakat

Bahasa gaul
Jika menyimak obrolan anak-anak remaja sekarang, ada saja istilah-istilah "asing" yang membuat dahi ini mengernyit. Ya, karena kosakata yang digunakannya pendek-pendek dan disingkat-singkat. Seperti GTM, singkatan dari enggak tahu malu, PHP (pemberi harapan palsu), atau geje kependekan dari enggak jelas.

Ada juga yang berupa pelesetan, seperti sutralah yang berarti sudahlah atau lebay yang berarti berlebihan. Bahkan, ada juga yang membolak-balikkan huruf konsonan, seperti penggunaan kata kamsud yang berarti maksud.

Kata-kata yang disingkatnya pun tidak terbatas dari bahasa Indonesia atau bahasa daerah, tetapi ada juga yang berasal dari bahasa Inggris atau campuran Indonesia-Inggris. Contohnya, ketika mendengar celetukan anak sulung saya yang duduk di bangku kelas VIII SMP kepada adiknya, "Makanya, jangan neting, Dik." Ketika saya tanyakan apa arti kata neting, ternyata itu singkatan dari negative thinking. Yang lebih buat saya geleng-geleng kepala, adiknya yang duduk di bangku kelas IV SD, langsung berkomentar, "Ah... Ibu kudet." Kurang update katanya.

Bahasa gaul pun rupanya sudah mulai ditiru oleh anak-anak pada kelompok umur di bawahnya. Selain itu, ada juga yang menggunakan lema yang tidak pas, seperti penggunaan kata "secara". Berdasarkan kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "secara" memiliki arti sebagai atau selaku; menurut (adat, kebiasaan, dan sebagainya); dengan cara atau dengan jalan; dengan. Namun, kini banyak yang menggunakan kata "secara" yang artinya malah bergeser menjadi "karena". Misalnya, "Sorry, aku enggak jadi ikut, secara enggak diizinin ortu." Ortu pun singkatan dari orangtua.

Ironinya, meskipun sebagian tahun bahwa penggunaan kata "secara" itu tidak pas, masih saja digunakan dalam bahasa pergaulan. Itu pun demikian dengan sebagian orang dewasa yang ikut-ikutan menggunakannya dengan alasan kekinian. Seperti yang pernah saya dengar dalam sebuah obrolan di sekolah anak atau di grup WhatsApp Messenger orangtua siswa, " Hari ini aku enggak ke skul ya... secara setrikaan segambreng. "Skul yang dimaksud adalah sekolah, diambil dari lafal kata school, sedangkan segambreng menunjukkan keterangan banyak sekali.

Lebih heran lagi jika memperhatikan obrolan anak remaja yang menggunakan aplikasi chatting multiplatform, mulai dari Line, Blackberry Messenger, atau pun WhatsApp Messenger. Seperti ada yang menulis mbb, kependekan dari maaf baru balas, lol kependekan dari laugh out loud yang berarti tertawa terbahak-bahak, A6 kependekan dari A-six untuk maksud kata asyik. Mereka memilih mengirim pesan sesingkat mungkin, dengan alasan lebih hemat tenaga dan bisa cepat digunakan dalam dunia percakapan di internet. Meski sebagian di antara remaja itu, kadang-kadang mengaku bingung juga dengan apa yang dituliskan temannya itu. Kalau malu bertanya, ya mereka berusaha menebak-nebak kata yang dimaksud. Atau kalau penasaran dan enggak mau dianggap enggak gaul, mereka bisa coba mencarinya di mesin pencarian Google.

Kata-kata tadi hanya sebagian kecil dari contoh bahasa gaul yang belakangan meluas di masyarakat. Tren bahasa itu sebagian di antaranya meniru ungkapan-ungkapan yang kerap dilontarkan oleh para selebriti. Kemudian, diadaptasi oleh remaja dan sebagian orang dewasa. Lalu, tanpa disadari, sering digunakan dalam komunikasi resmi. Saking terbiasanya, ada murid yang tidak sengaja melontarkan kata-kata gaul pada jam pelajaran sekolah. Celakanya, bahasa gaul itu digunakan pada jam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kontan si anak langsung ditegur sang guru. "Karena ini pelajaran Bahasa Indonesia, coba kalian menggunakan bahasa baku, yang baik dan benar ya.

Memang, perkembangan bahasa gaul boleh jadi menjadi kendala bagi remaja khususnya, untuk mempelajari bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Padahal, bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional dan bahasa persatuan, yang menjadi bahasa pengantar resmi, termasuk di dunia pendidikan. Dengan demikian, seharusnya eksistensi bahasa Indonesia tidak kalah oleh bahasa gaul.

Menjadi tugas bersama untuk mengajarkan dan menerangkan tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada anak dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk melestarikan bahasa Indonesia sebagai warisan bangsa dan jati diri bangsa. Apalagi, bahasa merupakan unsur yang sangat penting dalam berkomunikasi. Penggunaan bahasa yang baik dan benar tentunya mempermudah siapa pun dalam menyampaikan informasi. Dengan demikian, orang terbiasa berkomunikasi secara lebih efektif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Tujuan hidup manusia di dunia ini

Allah telah menciptakan makhluk hidup di muka bumi ini, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Khususnya manusia yang ada d bumi yang telah menyebar luas dengan berbagai suku, kelompok, adat, dan budaya masing-masing. Awal mulainya kehidupan di bumi muncul, Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan dulu yang menyebar ke seluruh belahan dunia. Setelah itu, allah menciptakan hewan-hewan dengan tujuan untuk menciptakan rantai makanan di bumi ini agar seimbang. Kemudian, Allah menciptakan nabi adam, manusia pertama yang mengijak kakinya di bumi ini. Dari jaman nabi adam hingga sekarang ini, sudah mulai banyak keturunan yang menyebar di seluruh kawasan bumi ini. Bumi kita yang injak ini, sudah mulai banyak perubahan dari jaman dulu hingga sekarang. Entah karena perubahan iklim di bumi atau ulah manusia yang merusak alam sekitar, hingga banyak kejadian alam yang muncul. Mungkin karena bumi sudah semakin tua, hingga banyak sekali kejadian alam yang aneh dan mengerikan. Lalu, untuk apakah tu...

Janganlah senang dulu saat merayakan ulang tahun

Merayakan hari ulang tahun sangat menyenangkan apalagi bersama pacar, teman-teman, atau pun saudara. Ulang tahun adalah momen-momen yang membuat orang bahagia, apalagi diberi hadiah ulang tahun oleh orang-orang yang tercinta. Khususnya jika ulang tahun dirayakan bersama pasangan atau pacar, pasti sangat menyenangkan dan bahagia. Begitulah kalau momen spesial acara ulang tahun pada kehidupan manusia di dunia. Tapi, janganlah senang dulu jika merayakan acara ulang tahun. Karena umur manusia semakin bertambah semakin dekat pula dengan kematian. Umur manusia memang ada batasnya, tak tahu kapan ajal menjemput kita, hanya tuhan yang tahu. Semakin bertambah umur manusia semakin tua pula, sedikit-demi sedikit wajah akan keriputan dan semakin tua, itu karena proses penuaan dan metabolisme tubuh. Sering begadang, merokok juga dapat menyebabkan umur semakin pendek. Umur manusia ada tahapannya, mulai dari bayi yang keluar dari perut ibu, masa anak-anak, ABG, masa remaja, dewasa, dan m...

Cerita sedih seorang ingin kuliah tapi terkendala

Tak terkata sedih hati Nona Putri 19 tahun karena ia tidak bisa masuk perguruan tinggi negeri di daerahnya. Padahal, ia sudah berusaha keras belajar agar bisa lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri tersebut. Bukan karena ia tidak pandai, tetapi karena biaya kuliahnya tak terjangkau oleh kedua orangtuanya, sampai cita-citanya terputus di tengah jalan. Ia tidak bisa memaksa karena kasihan kepada ayah ibunya. Sejak kecil, ia selalu rajin belajar. Hasilnya, sejak SD sampai SMA, ia berhasil masuk sekolah negeri. Terakhir, ia menjadi peserta didik salah satu SMA negeri favorit di daerahnya. Alhasil, ia menjadi putri kebanggaan orangtuanya. "Saya mendapat informasi katanya universitas negeri di daerah akan menerima mahasiswa baru dengan beasiswa. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk meraih beasiswa itu, tetapi tidak berhasil. Saya lulus dalam seleksi itu, tetapi tidak termasuk yang mendapat beasiswa," Ayah saya bekerja serabutan, jadi pen...